Sabtu, 26 Maret 2016

Tua Semangat Muda


Di sebuah desa yang damai dan asri, dikelilingi persawahan yang membentang dari timur ke barat. Tinggalah sepasang kekasih yang sudah dimakan usia. Seorang nenek dan kakek yang mencoba memenuhi kebutuhannya sendiri. Lewat segala apa yang mereka bisa lakukan. Demi sepuluk nasi dan lauknya.

Di usianya yang kian bertambah, si nenek masih bertahan dengan rutinitasnya yang menelan tenaga. Setiap harinya, si nenek berjualan keliling desa menawarkan makanan tradisonalnya. Dengan tabah dia berkeliling dari sore hari sampai larut malam.

Tugas si kakek, adalah berbelanja setiap pagi ke pasar, sehabis subuh dia mengayuh sepeda ontelnya yang berjarak 3 km dari rumah.

Keduanya memang sudah tua, namun semangat nya untuk bisa bertahan hidup ditengah-tengah era globalisasi, sangat kita apresiasi. Semangat didalam mencukupi kebutuhan dan semangat menyuskuri keadaan adalah bukti ketegaran mereka berdua.

Padahal, sudah semestinya, keduanya menikmati hasil dari upaya muda nya. Dengan duduk manis diteras rumah, memotong bunga-bunga, meminum kopi dipagi hari, atau bermain dengan cucu-cucu mereka.

Namun, apa yang diimpikannya sejak dulu tak semudah yang direncanakan, keadaan memaksa keduanya harus banting tulang dari masa muda yang melelahkan, hingga tua kepayah.

Mereka berdua tetaplah sepasang bidadari yang saling melengkapi, sekeras apapun hidup, seberat apapun beban yang ditanggung. Akan kita jalani dengan tabah dan penuh syukur kepada pencipta.

Si nenek sudah berumur, jalannya semakin pelan menapaki aspal desa yang panjang, saat malam tiba, dagangan masih ada. Walau begitu, tak menyurutkan api semangat mereka untuk berjualan.

Ketika tiba diujung jalan, sang nenek berhenti, sekaligus menunggu pelanggan datang, menanti dengan harap-harap cemas. Takut dagangannya kembali tak laku seperti yang lalu. 

Tapi, setiap keraguan itu ada, datanglah satu demi satu pembeli, yang membuatnya kembali optimis menjalani semua ini.

Tubuhnya yang ringkih, mendorong gerobak yang bermeter-meter jaraknya, tak goyahkan sedikitpun ingin berhenti. Saat lelah itu mendera, sang kakek datang membantu, mendorong, berjalan beriringan dengan kaki-kaki sayu.

Malam itu, ketika hujan tiba. Serasa beban semakin mendera, tak satupun pelanggan datang. Sekalipun bertegur sapa, nenek itu lantas berdoa. Agar tetap diberikan ketabahan di masa-masa tuanya.

Lantas bagaimana jika tidak laku, tanya nenek. Kakek pun menjawab: “Biarlah ini menjadi urusan tuhan, yang penting kita tetap berusaha sekuat yang kita bisa, karena urusan rezeki, tiada seorang pun yang sangka.”

Begitu hebat dan menginspirasi, perjuangan kedua sejoli yang bertahan ditengah-tengah riuh rantah dunia hedonis. Mereka saling melengkapi untuk tetap berjualan meski tak pasti upah yang diperolehnya.

Dan begitu seterusnya setiap hari, sang nenek yang menjual semua makanan tradsionalnya, dan kakek yang membelinya kembali dipagi buta. Hidup mereka berjalan dengan kokoh, ditopang oleh sikap saling melengkapi. 

Seberat apapun beban hidup, yang terpenting adalah tetap pada kesungguhan untuk hidup, berusaha dengan iringan doa.



Oleh: Zain

Jumat, 25 Maret 2016

Dia Sedekat Urat Leher


Hidup kadang kali berat untuk dijalani, masalah tak henti-hentinya datang. Membuat sebagain orang merasa hidupnya susah dan dilanda gunda gulana, tetapi, banyak pula orang-orang yang merasa hidup itu harus dijalani, karena semata-mata hanya untuk beribadah kepada Allah.

Orang-orang yang jauh dari menyebut nama Allah, maka dirinya akan dilanda gelisah, sebab mengingat Allah adalah penenang bagi hati dan obat dari rasa gelisah.

"Orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tentram dengan berzikir (mengingat) Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tentram." (QS. Ar-Ra'du: 28).

Allah SWT sudah menjanjika kepada hambanya, tatkala mereka selalu mengingat-Nya, Dia (Allah) akan memberikan kedamaian dalam hatinya, kelancaran dalam hidupnya.

Karena itu, jika kita masih menganggap bahwa Allah itu jauh, maka kita salah. Sesungguhnya Dia (Allah) itu dekat.

“Dan Apabila hamba-hambaKu bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Aku, maka katakanlah sesungguhnya Aku dekat. Aku mengabulkan doa orang yang memohon apabila ia memohon kepadaKu. Maka hendaklah mereka memenuhi (panggilan/perintah)Ku, dan beriman kepadaKu agar mereka mendapat petunjuk (bimbingan)”. (Al-Baqarah: 186)

Bahkan di surat yang lain disebutkan. Bahwa Allah itu sedekat urat leher kita. Dalam surat Qaaf ayat 16: Dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.” 

Mungkin ini saatnya kita berkaca, sudah sedekat apa kita kepada Allah, sudahkah kita merasa bahwa Allah itu sedekat ulat leher kita, atau kita masih merasa jika Allah itu jauh.

Jika perasaan itu masih hinggap dalam diri kita, maka kegelisahan akan terus datang merusak kedamaian. Kegundahan akan terus hadir seiring kebahagiaan, keburukan akan terus membisiki, sementara, hati untuk berbuat baik terkalahkan.

Dunia ini masih terus berputar, waktu tentu masih berjalan, seiring dengan perubahan itu, mari kita perbaharui hidup kita. Yang dulu sholat masih sering telat, dengan terus mengingat Allah, semoga sholat kita kian baik dan tepat waktu.

Dan ciri orang-orang yang jauh dari Allah adalah mereka yang hidupnya jauh dari mendengar nama Allah, melihat nama Allah, dan mengucapkan nama Allah.

Semoga kita bisa terus mendekat dengan Allah, dan berusaha menjadi kekasih Allah. Agar hidup menjadi tentram, bahagia, dan berjalan lurus dijalan-Nya. Amin.

Oleh: Zain


Minggu, 20 Maret 2016

Sayangi Jantungmu dengan Mendaki


Akhir-akhir ini kegiatan pencinta alam termasuk mendaki gunung sedang hangat-hangat nya. Bagaimana tidak, dari kalangan remaja hingga orang dewasa bisa menjajal adrenalinnya dengan mendaki gunung. Banyak pula foto yang bertemakan gunung dan pepohonan rindang di berbagai media sosial, baik Instagram, BBM, WA, Line dan lain sebagainya.

Tidak dipungkiri lagi, kegiatan mendaki seakan menjadi rutinitas disetiap kali liburan datang. Mereka berbondong-bondong membawa sanak family ataupun teman sebayanya untuk diajak menajajal kegiatan pendakian. Banyak juga komunitas-komunitas yang khusus berkegiatan di bidang ini. Padahal tidak mudah untuk melakukan kegiatan ini, butuh persiapan-persiapan yang harus dipenuhi sebelum memulai melakukan pendakian.

Keindahan gunung dan makhuk di dalamnya, adalah alas an mengapa sebagian orang telah jatuh cinta, sampai-sampai ketagihan untuk mengulanginya yang ke sekian kali. Padahal dibalik keindahan itu, ada pula resiko yang ditanggung para pendaki, seperti tersasar dan jatuh kejurang, cedera dan lain sebagainya. Sudah banyak kejadian yang membuktikan itu, cuman masih saja banyak penikmat pendakian yang enggan meninggalkan Kegiatan ekstrim ini.

Sebenarnya apa yang membuat mereka enggan meninggalkan kegiatan ekstrim ini ? Pertanyaan ini akan bisa terjawab, jika kita melihat aspek positif yang terkandung didalam kegiatan pendakian. Yang belum banyak orang sadar saat melakukan kegiatan ini. Ternyata, mendaki gunung dapat membuat jantung kita sehat.
Apa sebabnya ?

  1.   Meningkatkan kapasitas kerja jantung

Mendaki gunung memiliki manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Manfaat kesehatan dari mendaki gunung adalah dapat meningkatkan kapasitas kerja dari jantung dan paru-paru. Dengan kata lain, mendaki gunung dapat memperkuat jantung dan paru-paru kita. Hal ini disebabkan oleh kegiatan mendaki gunung yang membutuhkan tenaga yang besar, yang akan membentuk kekuatan dari jantung dan paru-paru. Dengan meningkatnya kapasitas kerja dari organ tersebut, maka anda akan :
  • Memperkecil resiko serangan jantung dan stroke
  • Mengoptimalkan supali oksigen dan peredaran darah
  • Terhindar dari berbagai macam penyakit

22.  Membantu Mencegah Penyakit Jantung

Hiking merupakan salah satu bentuk latihan kardiovaskular untuk meningkatkan kesehatan dan kekuatan jantung seseorang. Penelitian telah lama menunjukkan bahwa olahraga teratur, terutama berjalan kaki dapat mengurangi risiko penyakit jantung. Selain itu, hiking meningkatkan jumlah “kolesterol baik” dalam tubuh anda. Kolesterol baik berfungsi untuk menjaga kolesterol berbahaya dari arteri anda.

Jantung adalah organ tubuh manusia paling fital, yang harus dijaga. Oleh karena itu sebisa mungkin kita menghidarkan diri dari ancaman kerusakan jantung pada tubuh kita. Nah, salah satunya adalah dengan mendaki. Selain membuat tubuh kita sehat, mendaki juga dapat merilekskan otak dan membuat hati merasa bahagia.


Karena suasana gunung yang damai dan asri. Tidak seperti perkotaan, yang bising oleh aktivitas jalanan, tidak pula ramai seperti di pasar. Disana kita akan merasa tenang, dan segala fikiran negatif akan hilang berganti dengan hal-hal yang positif. Maka, cobalah mendaki, bukan untuk sekedar berfoto. Tapi cobalah agar jantung mu sehat dan hidup mu semakin bahagia.

Penulis : Zain

Jumat, 18 Maret 2016

Puisi (Masa Depan)


Tentang masa
Dimana berubah itu menjadi jalan satu-satunya
Jika gelisah
Hadir mengoyak muka
Lamunan tak berujung
Bersendi di pori pori kepala
Aku harus bagaimana ?
Begitu Tanya nya

Langkah kecil itu
Berlarian ingin menggapai
Tapi tak semudah itu, pinta
Kerja keras dan berusaha..
Adalah kunci pembuka
Kesuksesan.

Semoga lekas sembuh gelisah
Koyak mu menggerogoti nyali
Membenamkan percaya diri
Apakah bisa ?
Apakah bisa ?
Apakah bisa ?

Lalu kujawab saja, Pasti Bisa
Dibalik cucuran keringat
Dan doa orang-orang terdekat
Menyertai mu
Mengejar impian

Meraih kesuksesan

Oleh: Zain

Senin, 14 Maret 2016

Puisi (Ditikam Sepi)

Di dalam gedung setengah mewah
sendiri wanita tua ringkih
mengharap kedatangan
para tamunya yang dulu sempat tinggal
bersama..
anak-anaknya pergi
sembari bertambahnya usia
berkeluarga..
bercucu..
cicit..
dibalik sepi
si ringkih senang berucap sendiri
memanggil-manggil
entah siapa itu,


taip kali pagi..
tiap kali petang..
taip kali hari berganti..
tiap kali minggu berlalu..
tiap kali bulan berotasi..

masih saja
dia panggil
nama-nama yang dikenangnya
yang pernah bersamanya
yang selalu difikirannya

Oleh: Zain


Rabu, 09 Maret 2016

Puisi (Aku, dan Ibu Ku)

Apa aku sudah pernah ?
menjadikan mu separuh hidup
meluangkan waktu sebanyak mungkin
memuruti segala perkataan mu
dan membahagiakan sisa hidup mu

karena baktiku pada mu
masih saja seluang waktu ku
tak bisa ku pungkiri itu

harusnya aku padamu
seperti kau dulu padaku
merawatku tanpa pernah keluh
mengajari ku tanpa pernah malu

aku, dan ibu ku..

Senin, 11 Januari 2016

Obat Penawar Masalah



Manusia mengira bahwa hidup bahagia itu tanpa ada masalah. Hidup dalam kebahagiaan yang panjang dan abadi adalah cita-cita. Tapi ini persepsi yang salah, padahal dari masalah itu terdapat pelajaran berharga bagi kita. Banyak kisah menceritakan bahwa terdapat hikmah setelah datangnya masalah. Seperti munculnya pelangi saat hujan sudah redah.

Jadi, persepsi yang benar adalah ketika masalah itu datang, kita dapat mengatasinya dan mengambil pelajaran darinya. Banyak orang yang hidupnya penuh kesedihan, karena mereka berlarut-larut termakan oleh masalahnya sendiri.

Itu sebabnya kita harus bahagia, karena bahagia akan memancarkan aura positif dalam diri kita. Dan membuat kehidupan ini serasa tanpa beban dan luwes saja. Maka saya akan memberikan tips bagaimana agar hidup kita memiliki sedikit masalah dan banyak bahagianya.

Pertama, jangan memikirkan kesedihan anda lebih dari 10 menit.
Apapun yang menimpa Anda itu dari Allah SWT, maka bersabarlah karenaNya, Harapkanlah pahala dari sisiNya, sebab Dia akan memberikan balasan yang luar biasa bagi orang-orang yang bersabar.
“(Allah) hanya membeikan kepada orang-orang yang bersabar pahala mereka tanpa hisab.” (QS. Az-Zumar: 10).

Jika terpaksa harus ada kesedihan itu, mungkin karena anak, harta, penyakit, atau musibah yang telah ditetapkan Allah SWT, maka jangan melewati 10 menit. Sebab, lemparkanlah kesedihan itu jauh dari diri anda, dan hadirkan perasaan positif dan kenangan-kenangan indah yang pernah anda alami mengelilingi fikiran anda.

Niscaya perasaan gelisah dan galau yang sebelumnya anda alami akan berubah kembali menjadi perasaan positif, dimana anda membanyangkan momen-momen bahagia bersama orang yang anda cintai. Singkatnya, jangan biarkan kesedihan itu menyesakkan nafas Anda, berusahalah membebaskan diri darinya.

Kedua, Anda hanya memiliki saat dimana anda sekarang ini hidup
Iya, hidup ini tidak lama, kata Rosul, kita cuman mampir singgah seperti seorang musafir, lalu pergi lagi melanjutkan perjalanan. Maka, hiduplah seperti untuk hari ini saja, hiduplah dan nikmatilah seakan ini adalah akhir kehidupan anda.

Ini bukan berarti tidak perlu mempunyai angan-angan jauh ke masa depan, atau sebuah perencanaan. Tapi, maksudnya adalah saat anda melakukan sesuatu, lakukanlah dengan segenap diri anda, dan segenap perasaan anda. Maka anda akan menemukan bahagia.

Ketiga, Kelilingi diri anda dengan orang-orang sholih.
Jangan bersahbat kecuali dengan orang-orang yang bermanfaat. Karena manusia yang negatif, memiliki prilaku yang keji. Sosok seperti ini tidak akan memberikan faedah untuk anda, dan malah akan semakin memperburuk suasana.

Maka bertemanlah dengan mereka yang sholih, karena mereka sumber dari banyak hikmah, dan faedah yang akan memberikan kecerahan bagi hidup anda, dan semakin menambah kesholihan anda kepada Allah SWT.

Nabi kita, Muhammad SAW pernah bersabda : “Seseorang itu tergantung pada agama sehabatnya, maka hendaklah setiap dari kalian memperhatikan dengan siapa yang ia bersahabat.” (HR. Abu Dawud, dihasankan oleh al-Albany).

                                                                                                                                   
Oleh : Riza Ahmad Zain

Referensi : Buku Selamat Tinggal Kesedihan, kaya Muhammad Alu Zughair ‘Abdul Latif.

Sabtu, 09 Januari 2016

Perayaan Tahun Yang Fana

Kita sudah menjumpai tahun baru masehi, dimana tahun baru ini identik dengan kembang api dan  kemeriahan dengan melakukan hal-hal untuk menyambutnya. Terutama kaum pemuda yang menjadi pelopor dan pengisi acara yang mustahil mereka tidak hadir pada malam itu. Semula tidak ada masalah ketika tahun baru ini datang menjadi januari. Namun seiring berkembangnya zaman dan budaya luar yang mudah masuk, maka kemungkinan menjadi bermaksiat malam itu terbuka lebar.

Dari pesta miras yang menghinakan dan mearusak tubuhnya sendiri, pesta narkoba yang bikin hidup menjadi serba gelisah, sex bebas yang memudahkan penyakit mematikan masuk ke dalam tubuh dan lain sebagainya yang banyak mudhorot ketimbang manfaatnya.

          Terompet dan konvoi motor di jalanan, dimana banyak tiupan terompet yang membisingkan telinga dan juga konvoi motor yang meresahkan pengguna jalan raya. Semuanya berdampak tidak beres dalam kegiatan yang seharusnya momen perenungan dengan banyak-banyak berkaca.

Maka Rasulullah SAW bersabda, mengenai hal-hal yang tidak bermanfaat. Maka jahuilah. Dari Abu Hurairah radhiallahunhu dia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya . (Hadits Hasan riwayat Turmuzi dan lainnya) [Tirmidzi no. 2318, Ibnu Majah no. 3976]

Seharusnya peringatan tahun baru ini dijadikan bahan mengoreksi diri, agar ke depan semakin baik dan tambah baik. Bukan malah menambah dosa, akibatnya nanti masuk neraka. Generasi pemuda harusnya menjadi pelopor kebaikan untuk dunia dan akhiratnya. Hanya saja kini terbaik 180 derajat rupanya.

Heranya, kenapa bisa orang-orang membeli kembang api atau terompet yang harganya ratusan ribu rupiah, tapi untuk mengeluarkan uang di jalan Allah, tinggal susah-susahnya. Ini contoh betapa mudahnya kemaksiatan itu dibeli, namun masalah ibadah beratnya bertindih-tindih.

Tahun ini hendaknya menjadi momen perbaikan dan revolusi, dari tahun-tahun sebelumnya yang mungkin terasa berat karena dosa.  momen untuk membuka lembaran putih baru, dan mengisinya dengan tinta-tinta yang bermanfaat serta penguat kedekatan kita kepada Allah SWT. Hentikan sudah acara yang merusak diri, mari kita perbaiki semua kesalahan yang sudah terjadi. 
                           
                                                                                                                      Oleh : Zain

Kamis, 07 Januari 2016

Cerita Kita di Kawah Belerang 3156 mdpl

Hii gan, ketemu lagi dengan saya mas packer, uda pada kangen ya ? wehee..rasa nya di kangenin tuh kaya kepala mau erupsi, siaga 3 hahaa..

Oiya, kali ini saya mau berbagi kepada kalian semua, mengenai perjalanan saya di Gunung Welirang, yang tingginya 3156 mdpl, yang sebelahan sama Gunung Arjuno.

Iya, baru kemarin ceritaain pengalaman ke Gunung Arjuno, sekarang giliran tetangganya, wehe..kasian kan kalo di cuekin gitu aja, jadi galau ntar,,berabe jadinya

Yapss..langung aja cekidot gan…

###########################################################################

Di mulai dari Pos Perizinan di Tretes, pada tanggal 26 Desember 2015, pukul 08:00 WIB. Kita tiba di tempat meeting point. Setibanya disana saya dan ke tiga teman saya, Pitong, Bojiz dan Hasan berencana memarkir sepeda dan mengurus perizinan masuk kawasan Taman Hutan Raya R.Soerjo.

Bojis sama si Pitong
Nah kebetulan juga, sambil nungguin teman kampus saya dari Mojokerto, namanya Afrizal, cuman saya panggilnya lunas. Yang katanya mau ngikut bareng rombongan kita dari Rezpacker Community. Iya itu sebutan dari komunitas kita yang lagi promosi..hahaa, numpang tenar bang ? iyak..nyari follower Instagram sekalian walaah…:x

Pukul 09:00 kami mengurus perizinan dan mempersiapkan tas dan lain sebagainya sebelum benar-benar tancap gas. Setelah merasa sudah oke, kami memulai perjalanan ini dengan Bismillah, bukan cuman mau minang aja pake bismillah dek. Ahaa…

Kesepakatannya ini, mau langsung ke Pos Pondokan (3). Kira-kira 8 jam jika berjalan normal tanpa kendala. Tapi kita berjalan di atas rata-rata, tau gak ? nongol-nongol di Pondokan malah molor dari jam targetnya, Tiba nya jam 6 sore. Telat satu jam. Hehee…La iya bener telat, jalan nya lagi nyiput..kaya Gerry siputnya Spongboob itu haha..

Tapi overall it’s okelah..kita semua mulai membangun hotel bintang 5 alias tenda, kan iya..hotel-hotel di Surabaya mah paling-paling tingginya berapa meter gitu aja. Nah kita ? langsung di atas Gunung, hayoo..kalo cuman bintang 5 mah lebih harusnya..wehee

2 hotel kita siap ditiduri, wehee..jangan omes gan, maksudnya ditiduri itu, siap di buat tidur..gitoo..!, lalu di lanjut dengan masak dan beribadah tentunya. Di Gunung nih, yang paling penting itu kepekaan diri gan, soalnya kita dituntut untuk aktip dalam berbagai aktivitas yang itu bakal membantu kita juga nantinya. Maklum..kita ini mahkluk sosial. Bukan Individu alias generasi anti sosial..haha maap kalo ada yang tersinggung, wehee…

Jret..jret..jret..waktunya bobok..makan uda, sholat uda, apa yah yang belom kira-kira..? apa ? busyeet..bisa-bisanya luh bilang gitu waktu di Gunung..haha dia bilang, “Ngucapin selamat bobok ke pacar.” Nih orang bapernya kelewatan..sekalian aja ngucapin selamat bobok ke kambing loe, iya kambing Gunung ahaha..:D

Kukuruyyuuukkk,,,Koaak.! Suara orang macak Jago ! iya soalnya dia kangen lagi sabung ayam di rumahnya haha..Pagi datang di hari kedua gan, berarti sekarang tanggal 27 Desember 2015. Iya, ceritanya mau Summit. Tapi, saya waktu itu sebenenya lagi sakit gan..cie curhat ! tapi ini beneran,,lagi flu, tapi bukan flu burung loh, soalnya saya masih jadi manusia, belon evolusi gitu !..haha

Bluder, Lunas, Bojis, sama 2 orang lagi yang fotoin
Saya sempat pesimis untuk ke puncak gan, karena dada saya sudah sakit jika ada track menanjak, tapi apalah itu, saya harus tetap ke puncak, demi teman-teman, keluaraga dan tak lupa poto selpie buat DP bbm saya ahahaa,,! :x alay banget gitu ,

Dan kami pun berangkat ber 5 menuju puncak Welirang 3156 mdpl, bersama-sama kita saling menguatkan, mengulurkan tangan, dan berbagi minum dan cemilan..bawaanya suka laper gan kalo di sono..ahaa..Dan 3 Jam Kemudian kita sampai pada ujung perjalanan, semua keluh kesa, terbayarkan sudah. Alhamdulillah…

Hal yang paling menarik saat saya ke Gunung Welirang. Ketika saya lagi proses turun dari puncak, saat itu masih siang an, jam 2 an. Lah pas saya turun tiba-tiba cinta datang kepadaku…weeeh..kebawa bapernya. Sori-sori gan !

Tiba-tiba dateng bapak-bapak nyamperin saya, dia bilang : "Mau beli rokok nya mas ?" widihh busyet..benak saya kala itu, “ini bapak-bapak jauh-jauh kemari cuman nawarin rokok ?”. Ya Allah..nah saya jawab aja dengan rada gak enak, “enggak pak..makasih..!”

Trus, si bapak nanya lagi, “Di atas masih ada orang ya mas ?” ‘maksdunya dia atas itu, di puncak Welirang, Saya Jawab lagi, “masih pak”, dengan singkat..bapaknya nerusin, “oiya mas, makasih..”

Nah, dari percakapan itu, ada hal menarik yang menurut saya itu jarang di jumpai dimanapun, kecuali di Gunung. Misalnya kaya bapak-bapak tadi yang nawarin saya rokok di ketinggian hampir 2.400 mdpl. Intinya adalah, betapa hebat perjuangan seorang bapak bagi keluarganya, sampai-sampai melakukan hal-hal yang diluar kebiasaan orang pada umumnya.

Nah hikmahnya adalah, kita harus bersyukur. Karena kita masih lebih beruntung daripada bapak yang jualan rokok di Gunung itu, hendaknya kita perlu menengok orang-orang yang di bawah kita, seperti bapak itu.

Agar kita selalu ingat bahwa kita ini mahluk kecil, yang lemah, yang penuh keluh kesa, dan jika tanpa bantuna Allah SWT kita bukan apa-apa, selebihnya itu sampah. Kita harusnya sadar itu, dan mencoba selalu mensyukuri setiap apa yang kita hadapi dan Allah beri.

Pukul 03.00 WIB saing. kita berencana turun ke Pos Kop-Kopan (2), dan bermalam disana sembari beristirahat dan memulihkan energi, setibanya disana pukul 05.00 WIB sore. Dan langsung mendirikan Hotel-hotel kita. Sebagian rombongan masih belum sampai, termasuk saya dan si bojis, yang lain sudah stand by di Pos 2.

Malam itu di hotel bintang 5 kita yuhuu...
Dan Malam itu pun semakin menarik, dengan view lampu-lampu rumah penduduk dan jalan raya yang berkilauan. Di tambah suasana dingin yang bikin ati ini adem ayem, serta menyimpan semua keresahan yang ada, ketika di rumah ataupun di kampus tercinta. Weh, Subhanallah dah Gan..

Tepat tiga hari sudah kita bersapa dengan rimba raya yang megah, 28 Desember 2015, mungkin ini waktunya, kami harus pamit pulang ke rumah masing-masing, dan membawa sejuta makna dan cerita sewaktu kami besua. Tetaplah lestari Alam ku Indonesia, dengan kita pandai menjaganya. Dari hal-hal kecil sampai ke hal yang besar.

Ini dia pesona Gunung Welirang.

View pemandangan dari puncak Gunung Welirang

Perjalanan Menuju puncak Gunung Welirang

Rabu, 06 Januari 2016

Puisi (Kenapa Bukan Allah Saja)


Kenapa bukan Allah saja
Yang jadi penolong saat susah mendera
Yang jadi teman curhat saat problematika menyapa
Yang jadi tempat kembali saat yang lain asik sendiri
Yang jadi obat hati saat gelisah serta resah menghadiri

Maka,...

Beri waktu dimana hanya ada
Kau dan Allah saja

Di dalamnya

Oleh : Zain

Indahnya Saling Mengenal


Agama kita mengajarkan dua hubungan yang saling bersinergi, vertical dan horizontal. Hubungan dengan Sang Khaliq dan juga hubungan sesama manusia. Manusia dituntut untuk mentaati segala perintah Allah dan segala yang dilarangnya. Dan memperbanyak amal sholih untuk tabungan akhiratnya. Tidak sebatas itu, islam mengajarkan kita untuk saling bersosialiasai antara manusia satu dengan yang lainnya.

Itu sebabnya Allah berfirman : “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan mu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal. (Al-Hujurat: 13)”.

Ya, islam bukan sekedar agama yang mendongak keatas saja, akan tetapi islam mengajari bagaimana kita bisa saling berhubungan dengan mahkluk lain yang ada dibumi. Dan saling menghormati antara individu satu dengan yang lainnya.

Tapi, jika dilihat fenomena saat ini, banyak sekali kejadian yang menggetarkan hati, bukan saja perang antar agama, namun perang yang sesama agama pun terjadi. Mungkin menurut saya kejadian ini adalah bukti betapa mahalnya saling mengerti dan menghormati, baik secara individu, kelompok, suku, ataupun bangsa.

Semoga menjadi telaah kita bersama, betapa indahnya jika kita saling mengenal dan menghormati satu sama lain, dan menjalin hubungan yang menuntun kita semakin dekat dengan Allah SWT. Atapun sebaliknya, betapa teragisnya jika tidak saling mengerti dan menghormati. Yang ada hanya air mata duka, darah orang tak bersalah, serta hubungan yang semakin tidak karuan rupanya.

                                                                                                                     Oleh : Zain

Selasa, 05 Januari 2016

Hakim Sebut Bakar Hutan Tidak Merusak, "Meme" Sindiran Beraksi


KOMPAS.com — Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Palembang, Parlas Nababan, disindir oleh netizen lewat gambar-gambar meme.

Gara-garanya, Parlas menolak gugatan perdata senilai Rp 7,9 triliun terkait kasus kebakaran hutan dan lahan di konsesi PT Bumi Mekar Hijau pada tahun 2014, dan dinilai tidak adil.

Dalam meme tersebut, foto Parlas Nababan dipasang dengan tulisan, "Bakar hutan itu tidak merusak lingkungan hidup, karena masih bisa ditanami lagi."


Dikutip KompasTekno dari harian Kompas, Senin (4/1/2016), dalam persidangan tersebut, Parlas menilai bahwa kebakaran tak merusak lahan karena masih bisa ditumbuhi tanaman akasia. 

Majelis hakim pun menilai, tanaman akasia turut terbakar sehingga perusahaan itu mengalami kerugian.

Dalam meme yang lain,netizen juga menyindir Parlas dengan tulisan, "Membakar hutan tidak merusak lingkungan hidup, karena masih bisa ditanam lagi - Membakar hakim tidak merusak sistem peradilan karena masih bisa pilih hakim baru lagi."

Seperti diberitakan, sejak sebulan lalu, sidang gugatan perdata Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) digelar terhadap PT Bumi Mekar Hijau (PT BMH) di Pengadilan Negeri Palembang. 

KLHK menuntut ganti rugi material Rp 2,6 triliun dan biaya pemulihan lingkungan Rp 5,6 triliun atas kebakaran seluas 20.000 hektar di area perusahaan itu pada 2014. 




Selasa, 01 Desember 2015

Feature Biografi



BIOGRAFI
RIZA AHMAD ZAINI

PENDAHULUAN

Saya menyadari betul, bahwa hidup manusia di dunia ini hanyalah sementara, tidak kekal. Semua manusia suatu saat akan mengalami pergantian masa, yang dulunya ia hidup didunia. bersama orang tuanya, adik-adiknya, saudara-saudaranya dan teman dekat maupun teman jauhnya. Kita semua bersosialisasi antara manusia. Karena kita menyadari bahwa kita tak mampu hidup sendiri, kita tak pernah mau menyendiri sepi. Mulai dari rahim ibu, kita memulai kehidupan. Dari jutaan sel yang ada, kita yang akhirnya terpillih untuk terlahir dimuka bumi. Dengan tangisan lalu di adzankan.  Jadi, kita ini adalah manusia pilihan, yang seharusnya mampu membuktikan kepada orang tua kita, bahwa kita bisa. Bisa menjadi apa yang mereka inginkan, menjadi manusia yang bermanfaat bagi sesamanya.

Menjadi seorang anak muda yang cerdas, kreatif, sholeh, dan berdedikasi tinggi. Setelah dewasa kita akhirnya menikah. Untuk mejalankan sunnah nabi yang telah diajarkan kepada umat manusia. Setelah itu kita mempunyai anak dan seterusnya. Kita mempunyai cucu, hingga cicit. Kala kita sudah beruban, kepayah dan tak mampu berbuat apa apa. Yang menjadi tujuan adalah bagaimana kita berusaha mengoptimalkan sisa sisa umur yang ada untuk beribadah. Agar saat malaikat menjemput yang ada hanya senyum bahagia, karena surga telah Tuhan tunjukkan kepada kita.

Inilah hidup didunia, berputar seperti roda. Berganti generasi ke generasi. Seharusnya seiring dengan pergantian itu ada perubahan yang lebih baik. Namun apa dikata, yang ada kini justru sebaliknya. Generasi yang sukses zaman sebelumnya tak mampu lagi bertahan seiring berkembangnya zaman. Kecanggihan teknologi, perkembangan budaya dan meningkatnya Sumber daya manusia. Semuanya semu, menggetirkan bila tak dilandasi dengan iman.

Kita tahu, banyak manusia manusia hebat yang ada didunia ini. Manusia semacam mereka itu tentunya tidak ujuk-ujuk hebat. Banyak keringat yang harus bercucuran untuk menggapai mimpi mimpi mereka. Banyak biaya yang telah dikeluarkan demi kelancaran jalan mengejar impian. Banyak support yang diberikan dari orang tua, suadara, dan teman-teman. Dan tentunya banyak doa doa yang telah terpanjatkan di setiap waktunya. Terutama dari ibu mereka. Prinsip yang tak pernah menyerah, gagal mencoba lagi, sekali saja tidak cukup untuk mendapatkan sebuah kesuksesan. Butuh pengorbanan, butuh kegigihan, butuh kerja keras. Butuh berkali kali, atau bahkan berjuta kali.

Thomas Alva Edison, adalah seorang penemu bola lampu. Untuk menemukan penemuan ini, alva berkali-kali melakukan percobaan-percobaan. Banyak kegagalan yang ia dapat, namun dengan keyakinan dan kegigihannya ia terus mencoba. Hingga akhirnya ia menemukan titik terang dari percobaan nya, setelah sekian lama melakukan eksperimen-eksperiman. Dan memperoleh sembilan puluh sembilan kali kegagalan. Akhirnya alva dapat menemukan bola yang dapat menyala terang. Namanya telah tercatat menjadi seorang penemu bola lampu. Mejadi tokoh dunia. Dan berkat kegigihan beliau menemukan bola lampu kita dapat merasakan nya hingga saat ini. Ini contoh kecil dari sekian juta orang hebat yang ada didunia ini.

Itu salah satu contoh inspiratif tokoh dunia. Yang dapat kita ambil pelajaran dari nya. Bahwa sejatinya kesuksesan itu tidak diraih dari bermalas malasan. Tapi kesuksesan didapat dari kerja keras, target dan doa.

Dari pelajaran diatas, dari berbagai orang-orang hebat di dunia. Yang mayoritas mereka membukukan perjalanan hidupnya untuk mengispirasi umat manusia lainnya. Saya berfikir, kenapa tidak, saya ingin mencoba membuat perjalanan hidup saya, yang sedikit banyak ada baik buruknya. Dan saya ambil pelajaran darinya. Semoga menjadi inspirasi untuk generasi-generasi ssaya berikutnya.

                                                  ####################################

                 
Perkenalkan, nama lengkap saya Riza Ahmad Zaini, nama panggilan saya di rumah Risa, Riza, Ris. Jika dikampus berbeda, nama panggilan saya Zain,Zen. Saya seorang anak dari pasangan Muhammad Choiri dan Sriwahyuningsih. Saya anak pertama dari dua bersaudara, nama adik saya Nizar Ahmad Rusdi. Saya lahir pada 1 Agustus 1996 di sidoarjo. Kurikulum vite saya, pernah bersekolah di SD banjarsari buduran sidoarjo. Selama 6 tahun. Dan SMP Al FATTAH selama tiga tahun. Dan dilanjutkan SMA disekolah yang sama selama 3 tahun juga. Saat ini saya kuliah di Universitas Islam Negeri Sunan Ampel Surabaya (UIIN SA). 

Berbicara mengenai kisah hidup saya, saya seorang melankolis dan humais. Kelebihan saya, saya dapat cepat care dengan teman teman lainnya walaupun baru kenalan. Saya cukup bisa menggambar, dulu cita-cita saya sempat menjadi seorang arsitek. Karena ada sesuatu hal yang diluar dugaan. Maka cita cita itu saya ubah atau hijrahkan ke passion yang saat ini saya geluti. Saya cukup senang berolahraga, saya juga punya postur tubuh tinggi. Saat ini mencapai 178 cm. Berat badan 60 kg. Saya cukup pandai dalam karrier study saya. Tidak  bodoh-bodoh amat lah. Prestasi yang pernah saya raih antara lain: saya penah rangking 2 saat kelas 6 SD, pernah juga berpartisipasi dalam lombah melukis tingkat SMP se sidoarjo saat kelas 2 SMP, dua kali. Pernah mewakili kontingen jawa timur saat Perkemahan Pramuka Santri Nusantara (PPSN) 2013 di Batam, kelas 2 SMA. saat itu saya mewakili kota sidaorjo yang berjumlah 10 orang. Saya juga pernah jauara lomba speech English, pada acara Romadhon Show. saat itu saya Juara 2 pada kelas 2 SMA di sekolahan sendiri. Saya juga terpilih dari beberapa teman saya untuk menjadi pengurus, sebagai departemen humas dan publikasi dua kali. Pada periode 2013-2014 di Himpunan Santri Al Fattah (HISFA).

Hobi dan kesukaan saya adalah mencari tantangan dalam hidup. Kita tahu bahwa hidup ini tidak sekedar menghirup nafas lalu menghembuskannya, namun ada banyak ujian yang diberikan. Saya penggemar olahraga yang berbau Adventure. Hoby saya hiking gunung. Gunung yang sudah saya daki saat ini antara lain: Mt Bromo dua kali 2013, Mt. Welirang 2013, Mt Semeru 2014, Mt Penanggungan 2014, Mt Arjuno 2014, Mt Penanggungan 2015, Mt Argopuro 2015. Saya juga  suka dengan sepak bola, futsal dan badminton. Saya juga biasa renang, bepergian, jogging. Semua kegiatan selama itu positif buat saya dan orang lain, akan saya coba dan lakukan.

Akun saya di dunia maya, saya punya akun facebook sejak SMP kelas 2. Nama profile nya Riza Ahmad Zain. Juga twitter dengan nama @ZainInspirator, saat ini masih punya follower 749. Dan blog, juga dengan nama www.zainInspirator.blogspot.com. Path, dengan nama Riza Ahmad Zain. Bbm dengan pin 2A463BFA. Dan tak lupa akun instgram saya yang saat ini lagi nge hitss...@ahmadzain13. Mungkin akan mudah menemukan saya, karena cukup banyak akun yang saya punya di media sosial. Silahkan mencari....!!
Karya-karya yang pernah saya buat antara lain: tulisan, yang meliputi, artikel dan puisi. sebagian besar sudah saya share di blog milik saya, nama blog nya adalah www.zaininspirator.blogspot.com. Saya juga pernah membuat Koran dinding, juga sebagai media informasi para siswa yang ada di SMA, saat saya masih menjabat sebagai Departemen humas dan publikasi. Saya juga selalu mengupdate kata-kata bijak, atau kata-kata mutiara di akun twitter dan facebook. Seperti contoh:
@ZainInspirator:
§  tentang rindu kepada ibumu
§  jauhnya jarak aku mengeluh, kepada waktu yang juga tak kunjung bertemu. Salah siapa ini wahai ihahi Rabbi
§  Aku tahu, ini semua sudah menjadi keputusan-Mu, yang terbaik bahkan untuk ku dan keluargaku
§  Yang bisa kuberikan pasti kuberikan, karena jasamu tiada dapat terbayarkan,ibu.

Fanpage Facebook:
      Catatan
Dalam diam, cintaku terjaga | dari godaan setan yang merusak kesucian cintaku padamu
Dalam diam, aku mampu melihat mu namun tanpa menyentuhmu | aku mampu merasakan tanpa ada dosa tercucurkan
Dalam diam, perlahan mulai kuperbaiki kualitas diriku untuk mu | membenahi setiap salahku dulu.
Dalam diam, ku harap cinta suci ini diridhoi oleh cinta-Nya yang agung | untuk meraih sakinah bersamamu
Dalam diam, aku selalu berdoa untuk mu | setiap kali mengabdi di hadapan-Nya | untuk dapat menghitbah mu suatu saat nanti
Dalam diam, aku persiapkan segala sesuatu | kelak saat cinta kita bersatu untuk mencintai Dzat yang sama, ialah Allah SWT.

 Kisah inspiratif

         
Ø  Mengejar SBMPTN
Dulu cerintanya saat awal-awal mau masuk kuliah, saya mencoba mendaftar lewat jalur-jalur yang sudah diadakan oleh pemerintah. Diantaranya adalah jalur snmptn, waktu mendaftar jalur ini, saya menyetorkan nilai rapot dan nilai Ujian Nasional. Karena cara penilaiannya dengan meng combine kedua nilai untuk dicari nilai rata-ratanya. Saat itu pikiran saya tertuju pada UNESA & UNAIR. Jika di UNESA saya mengabil BI dan di UNAIR saya mengambil jurusan Ilmu Komunikasi.

Dan lambat laun, pengumunam pun datang, setelah saya mencoba masuk untuk login, saya mengamati betul pengumuman itu. Saya berharap bahwa usaha kali ini bisa diterima dan dapat membanggakan orang tua saya dengan masuk di Universtas Negeri.

Tapi Nyatanya Tuhan berkata lain, saya tidak diterima dalam upaya mengejar Universitas Negeri itu. Tidak berhenti disitu, ternyata masih ada jalur lain. Yakni sbmptn, jalur ini berbeda dengan jalur yang pertama tadi. Syarat mengikutinya dengan kita mengikuti Tes, pilihan yang ditawarkan adalah tes soshum, tes saintek, dan tes campuran.

Karena saya pikir bahwa ilmu logika tidak serumit ilmu menghitung dan dialektika. Maka saya memutuskan untuk mengambil soshum. Saat itu saya punya motivasi lebih karena ini adalah kesempatan terakhir yang tidak bisa dipermainkan.

Jauh jauh hari sebelum ujian tes berlangsung, saya belajar sendirian maupun belajar bersama teman saya yang mengikuti les tambahan. Dan akhirnya hari itu tiba. Ketika semua persiapan harus ditaruhkan diatas lembaran kertas. Yang namanya usaha itu sudah saya optimalkan betul, apalagi dengan doa, yang selalu saya panjatkan saat mendakat dengan Allah swt.

Terutama doa orang tua kita, yang bisa dibilang, itu doa layaknya doa nabi untuk umatnya. Semua permintaan akan dikabulkan, semua kesusahan akan dimudahkan. Jadi jangan seklai-kali kalian mengacuhkan doa mustajab itu. Agar tiada penyesalan nanti dibelakang hari.

Hari itu, saya mendapat tempat ujian di unesa. Mengingat tempatnya yang jauh, saya harus berangkat pada pagi hari betul, saya ingat ketika itu jalanan basah hingga banjir, saat hujan mngguyur semalamam. Karena itu jalan sempat macet dan bertepatan pula dengan orang-orang bernagkat kerja. Bisa dibayangkan bagaimana macetnya di surabaya kala itu.

Saya berharap harap cemas, karena mengingat kala itu waktu ujian akan segera dimulai, dan saya masih dijalan, kira kira ujian kurang 30 menit lagi dan saya masih di sepertiga perjalanan.

Tiba-tiba sepeda yang saya kendarahi mengalami lose geer, kebayang bagaimana tidak lebih cemas, lalu saya menepi dipinggir jalan, mengecek dan mencba memperbaiki. Ditambah hujan saat itu mengguyur. Ini ujian yang sungguh berat.

Dan setelah lama menepi dan mencoba memperbaiki rante sepeda yang lose, saya akhirnya dapat kembali meneruskan perjalana. Walaupun kala itu saya sempat pesimis dan ingin mewurungkan ujian tes sbmptn itu.

Namun, tidak tahu kenapa, saya merasa bahwa ada dorongan yang menyuruh saya untuk terus berjuang melanjutkan perjalanan. Mungkin ini karena doa orang tua yang tulus dan ikhas yang mereka berikan setiap harinya.

Dengan tergopoh gopoh saya melanjutkan perjalanan ini, hingga tibalah saya di unesa dengan keadaan cemas. Saat itu saya terlambat sekitar 20 menit. Dan akhirnya saya bisa mengerjalan ujian dengan tenang dan teliti.

Walapun sebelumnya sangat mendramatisir sekali...
Dan tibalah pengumuman yang dinanti nanti itu, sore setelah berbuka puasa, saya membuka website resmi sbmptn dan login. Saat di wall halaman web tertera tulisan, “Anda LULUS di Universitas Negeri Islam Sunan Ampel SBY, seketika itupula saya langsung sujud syukur kepada Allah yang telah mengabulkan doa-doa saya selama itu.

Yang penting, usaha itu wajib, karena tanpa usaha dan hanya mengandalkan doa, kita tidak bisa meraih apa yang kita inginkan. Kesuksesan memang butuh banyak pengorbanan dan doa yang rutin dipanjatkan. Maka jangan sampai kita menyerah ditengah jalan, teruslah berjuang karena hasil Allah yang tentukan...