Sabtu, 09 Januari 2016

Perayaan Tahun Yang Fana

Kita sudah menjumpai tahun baru masehi, dimana tahun baru ini identik dengan kembang api dan  kemeriahan dengan melakukan hal-hal untuk menyambutnya. Terutama kaum pemuda yang menjadi pelopor dan pengisi acara yang mustahil mereka tidak hadir pada malam itu. Semula tidak ada masalah ketika tahun baru ini datang menjadi januari. Namun seiring berkembangnya zaman dan budaya luar yang mudah masuk, maka kemungkinan menjadi bermaksiat malam itu terbuka lebar.

Dari pesta miras yang menghinakan dan mearusak tubuhnya sendiri, pesta narkoba yang bikin hidup menjadi serba gelisah, sex bebas yang memudahkan penyakit mematikan masuk ke dalam tubuh dan lain sebagainya yang banyak mudhorot ketimbang manfaatnya.

          Terompet dan konvoi motor di jalanan, dimana banyak tiupan terompet yang membisingkan telinga dan juga konvoi motor yang meresahkan pengguna jalan raya. Semuanya berdampak tidak beres dalam kegiatan yang seharusnya momen perenungan dengan banyak-banyak berkaca.

Maka Rasulullah SAW bersabda, mengenai hal-hal yang tidak bermanfaat. Maka jahuilah. Dari Abu Hurairah radhiallahunhu dia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda : Merupakan tanda baiknya Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya . (Hadits Hasan riwayat Turmuzi dan lainnya) [Tirmidzi no. 2318, Ibnu Majah no. 3976]

Seharusnya peringatan tahun baru ini dijadikan bahan mengoreksi diri, agar ke depan semakin baik dan tambah baik. Bukan malah menambah dosa, akibatnya nanti masuk neraka. Generasi pemuda harusnya menjadi pelopor kebaikan untuk dunia dan akhiratnya. Hanya saja kini terbaik 180 derajat rupanya.

Heranya, kenapa bisa orang-orang membeli kembang api atau terompet yang harganya ratusan ribu rupiah, tapi untuk mengeluarkan uang di jalan Allah, tinggal susah-susahnya. Ini contoh betapa mudahnya kemaksiatan itu dibeli, namun masalah ibadah beratnya bertindih-tindih.

Tahun ini hendaknya menjadi momen perbaikan dan revolusi, dari tahun-tahun sebelumnya yang mungkin terasa berat karena dosa.  momen untuk membuka lembaran putih baru, dan mengisinya dengan tinta-tinta yang bermanfaat serta penguat kedekatan kita kepada Allah SWT. Hentikan sudah acara yang merusak diri, mari kita perbaiki semua kesalahan yang sudah terjadi. 
                           
                                                                                                                      Oleh : Zain

0 komentar:

Posting Komentar